Ga kerasa udah hampir setaun saya merantau di tanah eropa, banyak banget pengalam yang saya dapet setaun ini. saya mau sharing tentang salah satu pengalan serunya hidup disini. Apa lagi kalo bukan ngerasain 4 musimnya negara eropa, yang jelas ga pernah saya rasain di Indonesia dan ini pengalaman perdana. Tiap pergantian musim suhu, suasana dan pemandangannya berbeda.
Pertama kali nginjek benua biru ini di bulan (pertengahan) Oktober, masih musim gugur. Suhunya udah dingin, saya langsung kedinginan sih maklum belom biasa sama suhu dingin, ya iyalah di Indonesia kan sangat tropis alias puanaas. Musim ini cukup berangin, daun-daun pohon dan tanaman semua warnanya kuning, cantik banget. Tapi ga berapa lama dedaunan ini pada rontok dan gundul lah semua tanaman.
Then di mulailah musim yang saya tunggu-tunggu, beneran deh saya penasaran banget sama ini musim. Dari kecil cuma bisa liat gambaran musim ini dari televisi, koran, majalah, dan media lainnya. Musim Salju! Winter Season. Bulan Desember dateng musim ini, ini adalah winter pertama sepanjang hidup saya. Dinginnya luar biasa, kalo udah lama berada di luar seluruh badan rasanya ngilu karena kedinginan. Saya pake baju 4 lapis juga masih aja dinginnya kerasa banget. Suhu terendah yang saya sempet rasain waktu itu minus 10° celcius. Perlengkapan buat badan udah full dr ujung kepala sampe ujung kaki, mulai dari kupluk, penutup telinga (ear muffs), syal tebal, jaket, sweater, winter coat, sarung tangan, long john (semacam underwear panjang yang berfungsi untuk penghangat), kaos kaki tebal dan terakhir sepatu boots. Bisa di bayangkan kan gimana ribetnya berpakaian ketika musim dingin? Tapi pemandangan ketika musim ini tiba luar biasa cantik! di luar semua berwarna putih, atap-atap bangunan dan ranting pepohonan ketutup salju, romantis banget deh :p
Dan yang paling seru nih di banyak kota di Jerman setiap bulan Desember tiap tahunnya ada Weihnachtsmarkt, pasar malem rakyat menyambut Natal. Biasanya pasar malem ini di mulai awal Desember sampai satu hari sebelum hari Natal tiba.
Weihnachtsmarkt di kota Halle
Lalu di bulan Maret, salju sudah mulai mencair tapi masih sedikit dingin. Dan mulailah pohon-pohon, bunga dan tanaman tumbuh. Setiap mata memandang bunga-bunga bermekaran dalam berbagai macam warna. Di jalanan dan supermarket semua jadi jualannya kembang, bibit kembang, pot, dan segala macem alat bercocok tanam. Very Beautiful!
Garten Der Welt Marzahn, Berlin
Then now is Summer time! di mulainya musim ini sih biasanya bulan Juni. Panas dan matahari sedang dermawan membagi sinarnya. Gerahnya hampir sama kaya di Indonesia, suhu hangat-hangatnya biasanya bisa kita rasain bulan Agustus kaya gini. Suhunya sekitaran 30°, terpanas yang saya rasain adalah minggu lalu, suhunya 36°. Musim panas adalah musim favorit semua orang. Tiba-tiba jalanan rame banget, penuh makhluk hidup (karena ga cuma manusia yang keluar, para piaraan manusia pun di bawa keluar, hehe). Semua pada keluar cuma sekedar buat jalan-jalan dan menikmati matahari. Matahari adalah berkah buat orang-orang yang hidup di negara 4 musim. Taman ramai orang jejemuran dan cafe-cafe full orang pada nongkrong. Inilah musimnya orang pada traveling, cuacanya sangat mendukung untuk beraktifitas di luar.
Summer di salah satu jalanan kota Dresden
Buat saya semua musim menyenangkan. Tiap musim membawa kesan, suasana, kebiasaan dan pesonanya sendiri. Saya bersyukur banget di kasih kesempatan Tuhan melihat dan merasakan pengalaman ini.
Spring passes and one remembers one's innocence.
Summer passes and one remembers one's exuberance.
Autumn passes and one remembers one's reverence.
Winter passes and one remembers one's perseverance.
- Yoko Ono -



No comments:
Post a Comment